Postingan

HADITS KESEPULUH: TOPENG

Gambar
HADITS KESEPULUH TOPENG عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ: يَارَسُوْلَ اللهِ إِنَّ لِيْ جَارَةً – تَعْنِي ضَرَّةً – هَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ لَهَا بِمَا لَمْ يُعْطِ زَوْجِيْ؟ قَالَ: ) الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَيْ زُوْرٍ ( [1] ( Orang yang merasa kenyang dengan apa yang tidak dimilikinya adalah seperti orang yang memakai dua baju kebohongan ) . HR. Abu Daud Makna global 1.      Pada hadits di atas, Syidah Asma’ Ra. Mengisahkan ada seorang perempuan bertanya kepada Nabi ﷺ perihal barang yang ditampakkannya di depan madunya agar terkesan bahwa suaminya memberikan sesuatu, padahal yang sebenarnya tidak. Umumnya perempuan melakukan itu agar bisa pamer dihadapan madunya, dan tampak istimewa dibanding istri lainnya sehingga menimbulkan iri. Lalu Rasulullah ﷺ menjawab bawha orang yang melakukan itu sama dengan orang yang memakai dua baju kebohongan. 2.   ...

Iman tak ternilai

https://docs.google.com/document/d/1qCDGB85wrmB5GypKu01wsVahf2d8uVo30i6fqgO9hPU/edit?usp=drivesdk

Hadits Kesembilan Mengusahakan Sesuatu dengan Jalan Maksiat

Gambar
Hadits Kesembilan  Mengusahakan Sesuatu dengan Jalan Maksiat عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ ) مَنْ حَاوَلَ أَمْرًا بِمَعْصِيَةٍ كَانَ أَبْعَدَ لِمَا رَجَا وَأَقْرَبَ لِمَجِيْءِ مَا اتَّقَى ( [1] Dari Anas Bin Malik, Nabi ﷺ pernah bersabda, “Barangsiapa mengupayakan sesuatu urusan dengan cara maksiat, maka hal itu akan menjadikannya menjauhi dari apa yang dia inginkan dan justru akan semakin mendekati apa yang di khawatirkannya.” (HR. Abu Nuaim) *** Setiap manusia hidup pasti memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan pokok ataupun untuk nalurinya. Untuk memenuhi kebutuhan itu tentunya banyak sekali cara yang digunakan, bahkan sampai muncul istilah menghalalkan segala cara, yakni apapun caranya harus ditempuh untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan. Kalimat tersebut cukup menjadi sihir untuk mendongkrak semangat seseorang, namun jika di pikir lebih lanjut, ternyata kalimat itu berpotensi berakibat fatal. Mengapa dem...