Postingan

Entri yang Diunggulkan

ETIKA MERAWAT JENAZAH DAN PERMASALAHANNYA

MATI DAN HUKUMNYA a)       KEADAAN MANUSIA Sebagaimana disyariatkan Allah Taala, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada hak dan kewajiban diantara anggota masyarakat yamng harus dipenuhi, baik di sebagai individu maupun anggota Masyarakat. Salah satu dari kewajiban tersebut adalah apabila ada diantara anggota masyarakat meninggal, maka adalah menjadi kewajiban bagi yang hidup untuk mengurus dan merawat jenazahnya dengan tata cara yang telah diajarkan oleh rosulullah SAW. Dan bedosa apabila kita tidak merawatnya dengan tata cara  yang telah diajarkan oleh beliau. Adapun kewajiban kita dalam merawat jenazah adalah: Memandikan, mengafani, mensholatkan dan menguburnya. Ke empat hal ini wajib kita lakukan bila ada yang meninggal bukan karena jihad fi sabilillah atau bukan bayi yang meninggal sejak di kandungan. Namun jika demikian maka kita tidak wajib memandikan dan hanya wajib mengafani, mensholatkan dan menguburnya. b)    ...

[43] Pentingnya Belajar Ilmu Hadis di Era Modern

  Pentingnya Belajar Ilmu Hadis di Era Modern  ٢٦٥٨ - حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ ،  عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ،  يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «نَضَّرَ» اللهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ. رواه الترمذي Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:  Semoga Allah mencerahkan seseorang yang mendengar perkataanku, lalu meresapi/memahaminya, menghafalnya, dan menyampaikannya. Betapa banyak orang yang membawa pemahaman (fikh/ilmu) kepada orang yang lebih paham daripadanya.'. (HR. Tirmidzi, no. 2658) Sanad Hadis ابْنُ أَبِي عُمَرَ — Muhammad bin Yahya bin Abi Umar al-Adani. سُفْيَانُ — Sufyan bin Uyainah. عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ — Abdul Malik bin Umair. عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ — Abdurrahman bin Abdullah bin Ma...

Hadits 42 Masing-Masing Kita Bertanggung Jawab

  Masing-Masing Kita Bertanggung Jawab أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ Dari Abdullah bin Umar r.a “Ketahuilah, setiap kalian adalah penggembala (pengurus), dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang digembalakannya. Penguasa yang memimpin manusia adalah penggembala, dan ia akan ditanya tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah penggembala bagi keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang perempuan adalah penggembala di rumah suaminya dan atas anak-anaknya, dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang hamba adalah penggembala atas harta tuannya, dan ia akan ditanya tentang hart...

[41] JANGAN SEMBARANG MENGATASNAMAKAN NABI ﷺ

  JANGAN SEMBARANG MENGATASNAMAKAN NABI ﷺ “Karena dampaknya terkesan membuat agama baru” ٣٢٧٤ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ: أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ: حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي كَبْشَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو: أَنّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ). رواه البخاري Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim adh-Dhahhak bin Makhlad, telah mengabarkan kepada kami al-Auza‘i, telah menceritakan kepada kami Hassan bin ‘Athiyyah, dari Abu Kabsyah, dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Nabi ﷺ bersabda:  “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. Dan ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa. Namun, barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.” HR. Bukhari No 3274 Status Hadits Hadits ini shahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukha...

[39] KEUTAMAAN BERSIWAK

Gambar
  KEUTAMAAN BERSIWAK (Sunnah yang Nyaris Diwajibkan Rasulullah ﷺ atas Umatnya) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ؛ قَالَ: «لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (وَفِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ: عَلَى أُمَّتِي) لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ» رواه مسلم Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan kaum mukminin (dalam riwayat Zuhair disebutkan 'umatku') niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak melaksanakan shalat."  HR. Muslim 252 Status Hadits Hadits ini shahih dan termasuk muttafaq 'alaih, yaitu diriwayatkan oleh dua imam hadits terbesar. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih Muslim nomor 252, sedangkan Imam Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih Bukhari nomor 887, kemudian mengulangnya secara ringkas pada nom...