Postingan

Entri yang Diunggulkan

ETIKA MERAWAT JENAZAH DAN PERMASALAHANNYA

MATI DAN HUKUMNYA a)       KEADAAN MANUSIA Sebagaimana disyariatkan Allah Taala, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada hak dan kewajiban diantara anggota masyarakat yamng harus dipenuhi, baik di sebagai individu maupun anggota Masyarakat. Salah satu dari kewajiban tersebut adalah apabila ada diantara anggota masyarakat meninggal, maka adalah menjadi kewajiban bagi yang hidup untuk mengurus dan merawat jenazahnya dengan tata cara yang telah diajarkan oleh rosulullah SAW. Dan bedosa apabila kita tidak merawatnya dengan tata cara  yang telah diajarkan oleh beliau. Adapun kewajiban kita dalam merawat jenazah adalah: Memandikan, mengafani, mensholatkan dan menguburnya. Ke empat hal ini wajib kita lakukan bila ada yang meninggal bukan karena jihad fi sabilillah atau bukan bayi yang meninggal sejak di kandungan. Namun jika demikian maka kita tidak wajib memandikan dan hanya wajib mengafani, mensholatkan dan menguburnya. b)    ...

[35] KEUTAMAAN BULAN SYAWAL

  HANYA +6 HARI SAJA SUDAH SETARA PUASA 1 TAHUN عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه؛ أنه حَدَّثَهُ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قال«مَن صامَ رَمَضانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِن شَوّالٍ، كانَ كَصِيامِ الدَّهْرِ» "Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang masa (setahun penuh)." HR. Muslim 1164 Takhrij Hadits Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat mulia yang dikenal sebagai tuan rumah Rasulullah ﷺ saat pertama kali beliau tiba di Madinah. Hadits ini dikeluarkan oleh: Imam Muslim dalam Shahih Muslim , Kitab ash-Shiyam, Bab Istihbab Shaum Sittah min Syawwal, nomor 1164 Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud , nomor 2433 Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi , nomor 759 — beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih" Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibni Majah , nomor 1716 Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad , nomor 23304 Jalur sanad hadits ini mela...

Hadits Ke 34 KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

  Keutamaan Bulan Ramadhan عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللهُ ﷿ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ» Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan puasa di dalamnya kepada kalian. Di bulan ini dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahannam, dan dibelenggu setan-setan yang jahat. Bagi Allah di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalangi (dari kebaikan yang besar)." (HR. Imam an-Nasa'i 2427) Sanad: Bisyr bin Hilal → Abdul Warits → Ayyub → Abu Qilabah → Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu...