Postingan

Entri yang Diunggulkan

ETIKA MERAWAT JENAZAH DAN PERMASALAHANNYA

MATI DAN HUKUMNYA a)       KEADAAN MANUSIA Sebagaimana disyariatkan Allah Taala, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada hak dan kewajiban diantara anggota masyarakat yamng harus dipenuhi, baik di sebagai individu maupun anggota Masyarakat. Salah satu dari kewajiban tersebut adalah apabila ada diantara anggota masyarakat meninggal, maka adalah menjadi kewajiban bagi yang hidup untuk mengurus dan merawat jenazahnya dengan tata cara yang telah diajarkan oleh rosulullah SAW. Dan bedosa apabila kita tidak merawatnya dengan tata cara  yang telah diajarkan oleh beliau. Adapun kewajiban kita dalam merawat jenazah adalah: Memandikan, mengafani, mensholatkan dan menguburnya. Ke empat hal ini wajib kita lakukan bila ada yang meninggal bukan karena jihad fi sabilillah atau bukan bayi yang meninggal sejak di kandungan. Namun jika demikian maka kita tidak wajib memandikan dan hanya wajib mengafani, mensholatkan dan menguburnya. b)    ...

[41] JANGAN SEMBARANG MENGATASNAMAKAN NABI ﷺ

  JANGAN SEMBARANG MENGATASNAMAKAN NABI ﷺ “Karena dampaknya terkesan membuat agama baru” ٣٢٧٤ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ: أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ: حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي كَبْشَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو: أَنّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ). رواه البخاري Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim adh-Dhahhak bin Makhlad, telah mengabarkan kepada kami al-Auza‘i, telah menceritakan kepada kami Hassan bin ‘Athiyyah, dari Abu Kabsyah, dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Nabi ﷺ bersabda:  “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. Dan ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa. Namun, barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.” HR. Bukhari No 3274 Status Hadits Hadits ini shahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukha...

[39] KEUTAMAAN BERSIWAK

Gambar
  KEUTAMAAN BERSIWAK (Sunnah yang Nyaris Diwajibkan Rasulullah ﷺ atas Umatnya) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ؛ قَالَ: «لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (وَفِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ: عَلَى أُمَّتِي) لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ» رواه مسلم Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan kaum mukminin (dalam riwayat Zuhair disebutkan 'umatku') niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak melaksanakan shalat."  HR. Muslim 252 Status Hadits Hadits ini shahih dan termasuk muttafaq 'alaih, yaitu diriwayatkan oleh dua imam hadits terbesar. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih Muslim nomor 252, sedangkan Imam Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih Bukhari nomor 887, kemudian mengulangnya secara ringkas pada nom...

[40] KEUTAMAAN MENUTUP AIB ORANG LAIN, APALAGI AIB SENDIRI

Gambar
KEUTAMAAN MENUTUP AIB ORANG LAIN, APALAGI AIB SENDIRI (Orang lain berusaha menutupi, eh dirinya malah bongkar aib sendiri) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ. قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله ﷺ «من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا، نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة. ومن يسر على معسر، يسر الله عليه في الدنيا والآخرة. ومن ستر مسلما، ستره الله في الدنيا والآخرة . والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه. ومن سلك طريقا يلتمس فيه علما، سهل الله له به طريقا إلى الجنة. وما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله، يتلون كتاب الله، ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده. ومن بطأ به عمله، لم يسرع به نسبه». رواه مسلم (٢٦٩٩) Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa meringankan satu kesusahan seorang mukmin dari berbagai kesusahan dunia, niscaya Allah akan meringankan darinya satu kesusahan dari berbagai kesusahan pada Hari Kiamat. Barang siapa memberikan kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memberi...

[38] KEUTAMAAN MEMINJAMI ORANG YANG MEMBUTUHKAN

KEUTAMAAN MEMINJAMI ORANG YANG MEMBUTUHKAN عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَا بَالُ الْقَرْضِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ؟ قَالَ: لِأَنَّ السَّائِلَ يَسْأَلُ وَعِنْدَهُ، وَالْمُسْتَقْرِضُ لَا يَسْتَقْرِضُ إِلَّا مِنْ حَاجَةٍ» (رواه ابن ماجه ٢٤٣١) Dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Pada malam Isra', aku melihat di pintu surga tertulis: 'Sedekah dibalas sepuluh kali lipat, sedangkan pinjaman dibalas delapan belas kali lipat.' Lalu aku bertanya, 'Wahai Jibril, mengapa pinjaman lebih utama daripada sedekah?' Jibril menjawab, 'Karena orang yang meminta-minta terkadang meminta padahal ia masih memiliki sesuatu, sedangkan orang yang meminjam tidak meminjam kecuali karena kebutuhan.'" (HR. Ibnu Majah 2431) Sanad Sanad riwayat Ibnu Majah adalah: Ub...