Postingan

HADITS KE 27 Jangan Meniru Orang Kafir

  HADITS KE 27 Jangan Meniru Orang Kafir حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، نَا أَبُو النَّضْرِ ،  نَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ ،  نَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ ،  عَنْ أَبِي مُنِيبٍ الْجُرَشِيِّ ،  عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.» رواه أبو داود Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah , telah menceritakan kepada kami Abu al-Naḍr , telah menceritakan kepada kami Abd al-Raḥman bin Tsabit , telah menceritakan kepada kami Ḥassan bin Aṭiyyah , dari Abi Munib al-Jurasyi , dari Ibnu Umar , ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, no. 4031) Takhrij Hadits Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa imam hadits: 1. Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab al-Libas, Bab fi Libas asy-Syuhrah, No. 4031 2. Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, No. 5114 3. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, No. 33012 4. Al-Thabarani dalam al...

HADITS KE 26 KEUTAMAAN MEMBERI KELONGGARAN DAN MEMBEBASKAN HUTANG

  HADITS KE 26 KEUTAMAAN MEMBERI KELONGGARAN DAN MEMBEBASKAN HUTANG عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا، أَوْ وَضَعَ لَهُ، أَظَلَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ"  Artinya Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar hutang), atau membebaskannya (dari hutang tersebut), niscaya Allah akan menaunginya di bawah naungan 'Arsy-Nya pada Hari Kiamat, di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya." HR. Tirmidzi 1306 Sanad : Imam Tirmidzi ← Abu Kuraib ← Ishaq bin Sulaiman Ar-Razi ← Dawud bin Qais ← Zaid bin Aslam ← Abu Shalih ← Abu Hurairah ← Rasulullah ﷺ Status: Imam Tirmidzi menyatakan dalam kitab beliau: "Hadits Abu Hurairah ini adalah hadits Hasan Shahih Gharib dari jalur ini." Artinya adalah status yang tinggi dan dapat diterima sebagai dasar ajaran Islam. Penjelasan Hadits: Hadits in...

HADITS KE 25 KEUTAMAAN NGAJI DAN MASUK CIRCLENYA

HADITS KE 25 KEUTAMAAN NGAJI DAN MASUK CIRCLENYA Di antara pesan-pesan agung Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ tentang pentingnya ilmu adalah sabda beliau berikut ini: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْأَنْمَاطِيُّ قَالَ: نَا عُبَيْدُ بْنُ جَنَّادٍ الْحَلَبِيُّ قَالَ: نَا عَطَاءُ بْنُ مُسْلِمٍ الْخَفَّافُ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «اغْدُ عَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا، أَوْ مُسْتَمِعًا، أَوْ مُحِبًّا، وَلَا تَكُنِ الْخَامِسَةَ فَتَهْلِكَ» رواه الطبراني في المعجم الكبير ٥١٧١ Artinya "Jadilah engkau seorang alim (yang mengajarkan ilmu), atau penuntut ilmu, atau pendengar ilmu, atau pecinta (ilmu dan ahlinya). Jangan jadi yang kelima, maka engkau akan binasa." (HR al-Thabarani dalam al-Muʿjam al-Kabir, no. 5171.) Sanad: Rasulullah ﷺ → Abu Bakrah → putranya ʿAbd al-Raḥman → Khalid al-Hadhdhaʾ → ʿAthaʾ bin Muslim al-Khuffaf → ʿUbayd bin Junad al-Halabi → Muhammad bin al-Husayn al-Anmath...