Postingan

Hadits Keempat belasMencari Berkah dalam Harta Benda

Gambar
Hadits Keempat belas Mencari Berkah dalam Harta Benda عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ وَعُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيْمَ بْنَ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَانِي, ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَعْطَانِي ثُمَّ قَالَ لِيْ: يَا حَكِيْمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُوْرِكَ لَهُ فِيْهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيْهِ وكَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى Dari Said bin Musayyib dan Urwah bin Zuber. Sesungguhnya Hakim bin Hizam ra. berkata: Aku meminta sesuatu kepada Rasulullah ﷺ dan beliau pun memberiku. Kemudian aku meminta kepadanya lagi dan beliau pun memberiku. Lalu berliau bersabda : (Wahai Hakim, sesungguhnya harta benda ini hijau dan manis. Maka barang siapa mengambilnya dengan jiwa yang menerima, ia pasti mendapatkan berkah di dalamnya. Barang siapa mengambilnya dengan jiwa yang rakus maka ia ...

Hadits Kelima BelasKARAT HATI DAN KIAT MENGKILATKANNYA

Gambar
Hadits Kelima Belas KARAT HATI DAN KIAT MENGKILATKANNYA رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ قِيْلَ: يَارَسُوْلَ اللهِ, وَمَاجَلاَؤُهَا؟ فَقَالَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ: تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ 1 Diriwayatkan dari ibnu umar  beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya hati ini bisa berkarat seperti halnya besi, lalu beliau di tanya :  bagaimana cara untuk menjernihkannya wahai Rasulullah? Rasulullah saw bersabda : Membaca alqur’an dan ingat akan kematian. [HR. Baihaqi 1859] Pentingnya Hati Bagi Jasad Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain kerana dilengkapi tiga unsur utama yaitu jasmani (bentuk fisik), rohani dan nafsani (kejiwaan). Allah taala berfirman :  وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ ...﴿٧٠﴾ ”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam…” (QS. Al Israa’ : 70) Unsur Jasmani adalah bentuk fisi...

Hadits Ketiga belas Rasa Malu

Gambar
Hadits Ketiga belas Rasa Malu عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو اْلأَنْصَارِي الْبَدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ r: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الْأُوْلَى, إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْت Dari Abu Mas ’ ud Uqbah bin Amar al Anshari al Badri t . Ia berkata : Nabi r bersabda: ( Sesungguhnya diantara ajaran diperoleh manusia dari sejak kenabian permulaan adalah; jika kamu tidak malu, maka lakukanlah sesukamu ) HR. Al Bukhari 6120 Arti Kalimat Malu dalam bahasa Arab disebut al-haya ’ atau secara etimologi adalah masdar dari hayiya - yahya - hayah yang berarti hidup. Orang tangguh dalam hidupnya dipastikan memiliki sifat malu disebabkan kemampuan dirinya dalam mengatahui hal-hal yang buruk. Selain dari ketangguhannya tersebut, sifat malu juga dapat berasal dari kekuatan panca indera seorang manusia dan kelembutannya. Pengertian secara etimologi ini menjelaskan sifat haya ’ yang memiliki fungsi mendo...

Hadits Kedua belas Tidak Ada Pemaksaan dalam Islam

Gambar
Hadits Kedua belas Tidak Ada Pemaksaan dalam Islam [عن جابر بن عبد الله:] إِنَّ هَذَا الدِّيْنَ مَتِيْنٌ فَأَوْغِلْ فِيْهِ بِرِفْقٍ فَإِنَّ الْمُنْبَتَّ لاَ أَرْضًا قَطَعَ وَلاَ ظَهْرًا أَبْقَى Dari Jabir Bin Abdillah Ra . Beliau bersabda: ( Sesungguhnya agama ini begitu kokoh maka masuklah ke dalamnya dengan kelembutan karena sesungguhnya orang yang memaksakan diri (dengan mengangkat beban lebih) tidak akan bisa sampai tujuan dan punggungnya pun patah ) . HR. Al Bazzar dan Al Baihaqi Makna Hadits Ibnul Jauzi berkata, syariat Allah dimulai dengan cara yang mudah. Pada era Nabi Nuh, Nabi Shalih dan Nabi Ibrahim, semua syariatnya tergolong mudah, lalu pada era Nabi Musa, syariatnya tergolong berat, begitu juga Nabi Isa. dan kemudian Nabi penutup, Nabi Muhammad membawa syariat yang moderat, syariat yang berat pada era Nabi Musa dan Isa di peringan, dan tidak mengungkit mudahnya syariat Nabi Ibrahim, sehingga syariat Nabi Muhammad menjadi standart syariat. [1] Dari anas...